6 Hari Backpacking Singapura - Kuala Lumpur : Pengalaman Nyasar, Diusir, Tidur di Stasiun MRT
![]() |
| "Opposite the Twin Tower" |
Halo, namaku Egy. Aku mau berbagi cerita liburan yang nggak biasa nih, backpacking ke Singapura dan Kuala Lumpur dengan salah satu temenku bulan Februari lalu. Ya walaupun Singapura dan Kuala Lumpur justru sudah menjadi destinasi yang "biasa" bagi orang Indonesia. Selain jarak yang dekat juga tersedia penerbangan murah yg pastinya bikin pengen kesana.
Selain nyeritain pengalaman, aku mau kasih tips juga untuk kamu yg punya niat nyoba jadi backpacker kere yg pengen main ke luar negeri. Sebelum kamu jauh-jauh kena ebola di Afrika, silaturahim sama Trump di Amerika atau hipotermia di kutub utara, nggak ada salahnya kita coba ngegembel ke negara tetangga sebelah dulu.
Bukan berarti harus ngegembel ya, untuk kamu yang punya budget lebih ya monggo cari hotel dan makanan yang enak. Tapi untuk kamu yang cuma punya budget pas-pasan bisa ikutin tips ala kadarnya yang aku coba selipin di blog ini. Langsung aja ya, semoga membantu dan terhibur.
Kenapa Singapura dan Kuala Lumpur?
Sebenernya ini trip mendadak. Aku juga lagi ga punya banyak duit. Aku juga udah pernah ke Malaysia (Port Dickson, Kuala Lumpur, Melaka) bulan 10, 2016 lalu. Ini karena pengaruh temen, Rizal Nirin namanya, yang tiba-tiba udah buat passport ngajak buat plan trip Singapura - Malaysia. Sok banget nih orang, naik becak aja jetlag kok tiba2 ngajak ke luar negeri.
Sebenernya aku lebih milih ke Singapura aja karena udah pernah ke Kuala Lumpur, tapi karena penerbangan dari Singapura ke Medan (KNO) waktu itu ga ada yang murah sekitar Rp800rb dibandingin sama Kuala Lumpur ke Medan sekitar Rp350rb, ya jadilah kami putuskan untuk pulang dari Kuala Lumpur dengan estimasi ongkos bus dari Singapura ke Kuala Lumpur sekitar Rp150rb.
Sebenernya aku lebih milih ke Singapura aja karena udah pernah ke Kuala Lumpur, tapi karena penerbangan dari Singapura ke Medan (KNO) waktu itu ga ada yang murah sekitar Rp800rb dibandingin sama Kuala Lumpur ke Medan sekitar Rp350rb, ya jadilah kami putuskan untuk pulang dari Kuala Lumpur dengan estimasi ongkos bus dari Singapura ke Kuala Lumpur sekitar Rp150rb.
Sebelumnya aku mau ngasih tau, berhubung about me nya belum kelar, jadi dikasih tau disini aja dulu. Aku dan Rizal adalah mahasiswa di salah satu PTS di kota Medan. Masing-masing dari kami punya side job. Rizal bekerja part time sebagai guru bimbel Bahasa Inggris dan penulis sendiri adalah freelancer graphic design dan web programmer. Dan ya, trip ini pakai uang kami sendiri. Jadi ubah pemikiran kalau cuma orang kaya yang bisa ke luar negeri, tapi kita mahasiswa kere juga bisa kok. Aku juga bakal ngasih tau cara nyiasatin pengeluaran yang super minim selama 6 hari disana.
Jadi rencana awal perjalanan kami adalah, Medan - Singapura (pesawat), Singapura - Kuala Lumpur (2x naik bus), Kuala Lumpur - Medan (pesawat).
Passport
Yang pasti kalo mau ke luar negeri harus punya passport dong (penulis akan membuat postingan seputar passport dan visa di lain waktu) yang bisa diurus di kantor imigrasi terdekat di kota kamu dan kalo yang udah punya pastikan paling nggak masa aktif passport kamu masih tersisa lebih dari 6 bulan lagi.
Tiket Pesawat dan Voucher Hotel/Hostel
Website atau aplikasi seperti Traveloka sangat membantu kamu untuk dapetin tiket-tiket murah, diskon-diskon spesial, atau promo-promo khusus yang pastinya sangat mempengaruhi kantong seorang backpacker (bukan iklan ya). Kami udah booking tiket dari bulan Desember 2016 untuk penerbangan tanggal 16-21 Februari 2017. Sebenernya kami nggak dapet tiket promo-promo banget, cuma dapet diskon sedikit dari Traveloka waktu itu.
Walaupun kita dapat e-ticket atau e-voucher yang bisa langsung ditunjukkin pake hp pas check-in, tapi aku saranin untuk print tiket/voucher nya, untuk menghindari kalau sewaktu di imigrasi kamu lagi sial karena diperiksa (random check) petugas imigrasi disana, biasanya bakal ditanyain rencana perjalanan, menginap dimana, punya tiket pulang atau nggak, kita bisa tunjukkin yang udah di print tadi, gak perlu buka2 hape, bisa aja hape kamu lobet, error, gak bisa internet, bingung, panik trus meninggal. Kamu gamau kan cuma gara-gara itu trus harus dideportasi?
Berikut ini rincian pengeluaran untuk tiket pesawat dan hostel kami per orang:
Walaupun kita dapat e-ticket atau e-voucher yang bisa langsung ditunjukkin pake hp pas check-in, tapi aku saranin untuk print tiket/voucher nya, untuk menghindari kalau sewaktu di imigrasi kamu lagi sial karena diperiksa (random check) petugas imigrasi disana, biasanya bakal ditanyain rencana perjalanan, menginap dimana, punya tiket pulang atau nggak, kita bisa tunjukkin yang udah di print tadi, gak perlu buka2 hape, bisa aja hape kamu lobet, error, gak bisa internet, bingung, panik trus meninggal. Kamu gamau kan cuma gara-gara itu trus harus dideportasi?
Berikut ini rincian pengeluaran untuk tiket pesawat dan hostel kami per orang:
- Tiket pesawat Jetstar, Medan(Kualanamu) - Singapura ± Rp480rb
- Tiket pesawat Malindo, Kuala Lumpur - Medan (Kualanmu) ±350rb
- Hostel 2 malam di Singapura (City Backpackers di Kallang) ±160rb
- Hostel 2 malam di Kuala Lumpur (Grocer's Inn di Chinatown) ±110rb

Comments
Post a Comment